Diabetes

Diabetes Tipe 1 vs Tipe 2: Mana yang Lebih Berbahaya?

Rena Putri Sari, Sun, 22 Feb 2026 19:38 WIB
Ditinjau oleh Tim Medis ArsenaHealth

Diabetes adalah penyakit kronis yang memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengelola kadar gula darah (glukosa). Dua jenis diabetes yang paling sering ditemukan, baik di dunia maupun Indonesia, adalah diabetes tipe 1 dan tipe 2. Meskipun kedua tipe diabetes ini sama-sama menyebabkan kadar gula darah meningkat, keduanya memiliki penyebab, mekanisme, gejala, serta risiko komplikasi yang berbeda. Memahami perbedaan diabetes tipe 1 dan tipe 2 sangat penting agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan, melakukan pencegahan, dan memilih pengelolaan yang sesuai berdasarkan jenis diabetes yang diderita.

Apa Itu Diabetes Tipe 1?

Diabetes tipe 1, atau dikenal sebagai insulin-dependent diabetes mellitus atau diabetes anak-anak, sering kali terjadi pada usia muda, walaupun orang dewasa juga berisiko mengalaminya. Pada kondisi ini, sistem imun tubuh menyerang dan merusak sel beta pankreas yang berfungsi memproduksi insulin, sehingga tubuh tidak mampu memproduksi insulin atau hanya menghasilkan dalam jumlah sangat sedikit. Insulin sendiri merupakan hormon kunci yang berperan dalam mengubah glukosa darah menjadi energi untuk sel-sel tubuh.

Hingga saat ini, penyebab pasti diabetes tipe 1 belum sepenuhnya diketahui. Namun, faktor genetik dan lingkungan, seperti infeksi virus tertentu, dianggap berkontribusi. Proses autoimun pada diabetes tipe 1 biasanya muncul mendadak dan berkembang dengan cepat, sehingga gejalanya bisa memburuk hanya dalam hitungan minggu.

Mengenal Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 merupakan tipe diabetes yang paling sering ditemukan, terutama pada orang dewasa di atas usia 40 tahun. Namun, akibat perubahan gaya hidup, kini kasus diabetes tipe 2 juga banyak ditemukan pada usia muda, bahkan anak-anak dan remaja.

Pada diabetes tipe 2, tubuh masih memproduksi insulin, tetapi kemampuannya berkurang atau tubuh tidak lagi responsif terhadap insulin (resistensi insulin). Kondisi ini menyebabkan kadar gula darah tetap tinggi. Faktor risiko utama dari diabetes tipe 2 antara lain obesitas, kurang bergerak, pola makan tidak sehat, riwayat keluarga, usia tua, serta gangguan metabolisme lain seperti kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi.

Gejala pada diabetes tipe 2 biasanya berkembang perlahan dan sering tidak disadari, sehingga seringkali baru terdiagnosis saat sudah terjadi komplikasi. Karena alasan inilah, diabetes tipe 2 juga dikenal sebagai “silent killer.”

Gejala Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2

Gejala Utama Diabetes Tipe 1

Gejala diabetes tipe 1 umumnya muncul secara mendadak dan cepat memburuk. Tanda-tanda utamanya meliputi:

Sering buang air kecil (poliuria) Merasa sangat haus (polidipsia) Penurunan berat badan secara drastis tanpa penyebab jelas Kelelahan ekstrem Luka yang sulit sembuh Sering merasa lapar (polifagia) Penglihatan kabur

Tanpa pengobatan, diabetes tipe 1 bisa menyebabkan komplikasi akut yang berisiko mengancam jiwa, seperti ketoasidosis diabetik.

Gejala Utama Diabetes Tipe 2

Gejala diabetes tipe 2 berkembang lebih perlahan, sehingga sering tidak dikenali pada tahap awal. Beberapa gejala yang sering muncul di antaranya:

Sering buang air kecil, terutama pada malam hari Sering merasa haus dan lapar Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas Luka yang sulit sembuh Infeksi berulang, seperti infeksi saluran kemih atau jamur Kelelahan Penglihatan kabur Rasa kebas atau kesemutan pada tangan dan kaki

Karena gejalanya sering tidak spesifik, banyak penderita diabetes tipe 2 baru mengetahui kondisinya setelah muncul komplikasi, seperti kerusakan ginjal atau gangguan pada penglihatan.

Komplikasi Diabetes Tipe 1 vs Tipe 2

Komplikasi Akut pada Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 memiliki risiko tinggi terhadap komplikasi akut bila tidak segera diobati. Salah satu komplikasi yang paling berbahaya adalah ketoasidosis diabetik (KAD). Pada kondisi ini, tubuh kekurangan insulin sehingga memecah lemak sebagai sumber energi dan menghasilkan zat keton dalam jumlah berlebih. Gejala KAD meliputi mual, muntah, nyeri perut, napas beraroma khas, hingga penurunan kesadaran dan kematian jika tidak segera ditangani.

Komplikasi Akut pada Diabetes Tipe 2

Pada diabetes tipe 2, komplikasi akut yang bisa terjadi adalah hiperglikemia hiperosmolar nonketotik (HHS). Kondisi ini terjadi saat kadar gula darah sangat tinggi tanpa kelebihan zat keton seperti pada tipe 1. Umumnya, HHS dialami oleh lansia dan dapat menyebabkan dehidrasi berat, gangguan kesadaran hingga kematian.

Komplikasi Jangka Panjang Pada Kedua Tipe Diabetes

Baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2, jika tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan berbagai komplikasi kronis yang berbahaya, seperti:

Kerusakan ginjal (nefropati diabetes) yang dapat menyebabkan gagal ginjal Penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti serangan jantung, stroke, serta gangrene Kerusakan saraf (neuropati diabetes), seperti kesemutan, nyeri, atau mati rasa Kerusakan retina (retinopati diabetes) yang berpotensi menyebabkan kebutaan Luka kaki diabetik yang dapat menyebabkan amputasi jika tidak segera diobati Infeksi berulang akibat sistem imun yang menurun

Faktor Risiko dan Penyebab

Faktor Risiko Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 tidak disebabkan oleh pola hidup. Beberapa faktor utama yang meningkatkan risiko diabetes tipe 1 antara lain:

Faktor genetik atau riwayat keluarga dengan diabetes tipe 1 Faktor lingkungan, seperti paparan infeksi virus tertentu Adanya penyakit autoimun lain dalam keluarga

Saat ini, belum ada cara yang terbukti efektif untuk mencegah diabetes tipe 1.

Faktor Risiko Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 sangat berkaitan dengan pola hidup dan sebagian besar dapat dicegah. Faktor risiko yang perlu diwaspadai meliputi:

Kelebihan berat badan atau obesitas Kurang bergerak atau jarang berolahraga Pola makan tinggi gula dan lemak, rendah serat Riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2 Usia di atas 40 tahun (meskipun bisa terjadi pada usia lebih muda) Riwayat melahirkan bayi besar (>4 kg) Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi Pernah mengalami diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya

Pemeriksaan dan Diagnosis

Diagnosis diabetes tipe 1 biasanya lebih cepat karena gejalanya muncul secara akut. Dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan gula darah sewaktu, gula darah puasa, ataupun tes toleransi glukosa oral. Untuk membedakan diabetes tipe 1, pemeriksaan tambahan berupa tes antibodi autoimun serta kadar hormon insulin dan C-peptide juga dapat dilakukan.

Pada diabetes tipe 2, diagnosis sering kali baru ditegakkan bersamaan dengan ditemukannya komplikasi, karena gejalanya cenderung ringan atau tidak disadari. Selain pemeriksaan gula darah rutin, dokter dapat melakukan tes profil lipid, fungsi ginjal, serta evaluasi kesehatan mata dan saraf untuk mendeteksi komplikasi lebih dini.

Pengelolaan dan Penanganan

Pengelolaan Diabetes Tipe 1

Karena tubuh tidak lagi bisa memproduksi insulin, semua penderita diabetes tipe 1 membutuhkan terapi insulin seumur hidup dari luar tubuh. Selain itu, menjalankan pola makan sehat yang terkontrol, rutin berolahraga, pemantauan kadar gula darah berkala, serta edukasi untuk mengenali gejala hipoglikemia dan hiperglikemia sangat penting. Penderita diabetes tipe 1 juga harus memantau asupan karbohidrat dan menyesuaikan pengelolaan berdasarkan makanan maupun aktivitas harian.

Pengelolaan Diabetes Tipe 2

Penanganan utama diabetes tipe 2 adalah perubahan gaya hidup: menjalani pola makan sehat, rutin beraktivitas fisik, dan menjaga berat badan ideal. Jika kadar gula darah belum terkontrol, dokter dapat memberikan obat oral antidiabetes, dan pada kondisi tertentu dapat menambahkan insulin. Pemantauan kadar gula darah dan deteksi dini komplikasi juga sangat penting dilakukan secara rutin.

Perlu diingat, pengelolaan diabetes memerlukan dukungan keluarga, edukasi berkelanjutan, serta konsistensi dalam menerapkan perubahan gaya hidup demi mengontrol penyakit secara maksimal.

Diabetes Tipe 1 vs Tipe 2: Mana yang Lebih Berbahaya?

Banyak yang bertanya, mana yang lebih berbahaya antara diabetes tipe 1 dan tipe 2. Keduanya sama-sama berisiko menimbulkan komplikasi serius jika tidak dikelola dengan baik. Diabetes tipe 1 cenderung berkembang lebih cepat dengan risiko komplikasi akut, sementara diabetes tipe 2, meski progresnya lebih lambat, sering tidak terdeteksi hingga terjadi komplikasi kronis. Oleh karena itu, kedua tipe diabetes sama-sama membutuhkan perhatian dan manajemen medis yang optimal.

FAQ

Apa perbedaan utama antara diabetes tipe 1 dan tipe 2?

Perbedaan utama terletak pada penyebab dan mekanisme penyakit. Diabetes tipe 1 terjadi karena proses autoimun yang merusak sel penghasil insulin di pankreas, sehingga tubuh tidak lagi mampu memproduksi insulin. Sedangkan pada diabetes tipe 2, tubuh masih memproduksi insulin, namun kemampuannya berkurang atau tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin yang ada (resistensi insulin).

Bisakah diabetes tipe 1 dicegah?

Saat ini, belum ada cara yang terbukti efektif untuk mencegah diabetes tipe 1 karena umumnya

Komentar

Belum ada komentar.

Tinggalkan Komentar