Penderita Diabetes Wajib Tahu! 10 Makanan yang Harus Dihindari
SapaDokter.com - Diabetes merupakan penyakit kronis yang jumlah penderitanya terus meningkat di Indonesia. Mengontrol kadar gula darah adalah kunci utama dalam mengelola diabetes, selain menjalani pengobatan dan olahraga secara rutin. Salah satu faktor terpenting yang sering diabaikan adalah pola makan. Pemilihan makanan yang tepat sangat berpengaruh terhadap kestabilan gula darah. Sebaliknya, mengonsumsi makanan yang tidak sesuai dapat memicu lonjakan gula darah dan memperburuk kondisi kesehatan. Artikel ini membahas 10 makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita diabetes agar kadar gula darah tetap terkontrol.
1. Makanan dan Minuman Manis (Bersoda, Sirup, Permen)
Makanan dan minuman manis merupakan musuh utama bagi penderita diabetes. Minuman bersoda, sirup, dan permen mengandung gula sederhana dalam jumlah tinggi yang sangat mudah diserap tubuh. Konsumsi gula sederhana dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara mendadak, yang sangat berbahaya baik untuk penderita diabetes tipe 1 maupun tipe 2.
Artikel Terkait
Jangan Anggap Sepele! Ini Tanda-Tanda Awal Diabetes yang Sering Terlewat
SapaDokter.com - Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis dengan jumlah kasus yang terus meningkat di Indonesia setiap tahunnya. Meski ...
Selain itu, minuman manis tidak mengandung serat atau nutrisi bermanfaat lainnya, sehingga hanya menambah kalori tanpa memberikan rasa kenyang. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis juga dapat mempercepat timbulnya komplikasi diabetes, seperti kerusakan saraf, ginjal, dan mata. Oleh karena itu, penderita diabetes sebaiknya benar-benar menghindari minuman bersoda, teh manis kemasan, minuman energi, serta semua jenis permen dan makanan ringan bergula tinggi.
2. Nasi Putih dan Olahan Tepung Terigu
Nasi putih memang menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia, namun nasi putih memiliki indeks glikemik yang tinggi. Artinya, nasi putih dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat setelah dikonsumsi. Tak hanya nasi putih, makanan olahan dari tepung terigu seperti roti tawar, mi instan, kue, dan biskuit juga memberikan efek serupa.
Proses pengolahan yang menghilangkan serat pada nasi putih dan tepung terigu membuat tubuh lebih cepat mencerna dan menyerap glukosa. Sebagai alternatif, penderita diabetes dapat memilih nasi merah, nasi hitam, atau roti gandum utuh yang lebih kaya serat dan lebih lambat dicerna, sehingga membantu menjaga kestabilan gula darah.
3. Gorengan dan Makanan Berlemak Tinggi
Gorengan merupakan salah satu makanan favorit di Indonesia, mulai dari tempe goreng, tahu goreng, hingga bakwan. Namun, makanan yang digoreng dalam minyak mengandung lemak jenuh dan kalori tinggi. Lemak jenuh dapat memicu resistensi insulin, yaitu kondisi di mana tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin sehingga kadar gula darah sulit dikendalikan.
Konsumsi lemak jenuh berlebihan juga dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, salah satu komplikasi utama pada penderita diabetes. Hindari juga makanan cepat saji, daging berlemak, kulit ayam, serta produk olahan seperti sosis dan nugget. Pilihlah metode memasak yang lebih sehat, seperti merebus, mengukus, atau memanggang.
Artikel Terkait
Diabetes Tipe 1 vs Tipe 2: Mana yang Lebih Berbahaya?
Diabetes adalah penyakit kronis yang memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengelola kadar gula darah (glukosa). Dua jenis diabetes yang paling ...

4. Susu Full Cream dan Produk Olahan Susu Tinggi Lemak
Susu full cream serta produk olahan susu tinggi lemak seperti keju dan mentega sebaiknya dihindari penderita diabetes. Kandungan lemak jenuh yang tinggi pada produk ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dan memperburuk resistensi insulin. Selain itu, beberapa produk olahan susu juga mengandung gula tambahan yang bisa memperparah lonjakan gula darah.
Sebagai pengganti, pilihlah susu rendah lemak (low fat) atau susu tanpa lemak (skim), serta produk olahan susu tanpa tambahan gula. Selalu perhatikan label kemasan sebelum membeli produk susu untuk menghindari tambahan gula dan lemak jenuh.
5. Sereal dan Makanan Siap Saji Kemasan
Banyak orang mengira sereal adalah pilihan sarapan sehat, padahal sebagian besar sereal yang dijual di pasaran mengandung gula tambahan cukup tinggi. Sereal manis, granola bar, serta makanan siap saji kemasan seperti wafer, biskuit, dan snack sering kali mengandung kombinasi gula dan tepung olahan yang berbahaya bagi penderita diabetes.
Makanan kemasan juga umumnya rendah serat dan tinggi kalori, sehingga mudah meningkatkan gula darah. Jika ingin mengonsumsi sereal, pilihlah sereal rendah gula dan tinggi serat, atau buat sereal sendiri dari oat utuh tanpa tambahan gula.
6. Buah Kering dan Jus Buah Kemasan
Buah memang sehat dan penting dikonsumsi penderita diabetes, namun buah kering seperti kismis, kurma, dan aprikot kering mengandung gula sangat tinggi karena proses pengeringan menghilangkan air dan memusatkan kandungan gula. Jus buah kemasan juga sering kali mengandung gula tambahan dan tidak mengandung serat, sehingga cepat menaikkan gula darah.
Daripada mengonsumsi buah kering atau jus buah kemasan, lebih baik konsumsi buah segar secara utuh dalam porsi wajar. Serat pada buah segar membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah.
7. Makanan Kaleng dan Makanan Instan
Makanan kaleng seperti buah kaleng, sayur kaleng, dan sup instan biasanya mengandung gula, garam, dan pengawet dalam jumlah tinggi. Kandungan gula tersembunyi pada makanan kaleng dapat menyebabkan lonjakan gula darah tanpa disadari. Selain itu, kandungan garam yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, yang sering menyertai diabetes.
Makanan instan seperti mi instan, bubur instan, dan makanan siap saji juga tinggi karbohidrat olahan, lemak jenuh, serta rendah serat dan nutrisi. Oleh karena itu, penderita diabetes sebaiknya membatasi konsumsi makanan kaleng dan instan, dan prioritaskan makanan segar yang diolah sendiri.
8. Kue, Donat, dan Pastry
Kue, donat, dan pastry adalah makanan yang sangat tinggi gula, tepung terigu, dan lemak. Kombinasi ini membuat makanan tersebut memiliki indeks glikemik tinggi, sehingga dapat langsung meningkatkan gula darah setelah dikonsumsi. Selain itu, lemak yang digunakan pada kue dan pastry umumnya merupakan lemak trans atau lemak jenuh yang tidak baik untuk kesehatan pembuluh darah.
Kue kering, bolu, dan berbagai jenis jajanan pasar yang mengandung gula dan tepung putih juga sebaiknya dihindari. Jika ingin menikmati camilan, pilih camilan sehat seperti buah segar, kacang tanpa garam, atau biskuit gandum utuh tanpa tambahan gula.
9. Madu, Gula Aren, dan Pemanis Alami Lainnya
Banyak orang menganggap madu, gula aren, gula kelapa, dan pemanis alami lainnya lebih sehat daripada gula pasir. Namun, pada dasarnya semua jenis gula, baik alami maupun buatan, dapat meningkatkan kadar gula darah jika dikonsumsi berlebihan. Meskipun madu dan gula aren mengandung beberapa mineral, kandungan gulanya tetap tinggi.
Penderita diabetes sebaiknya tetap membatasi konsumsi semua jenis pemanis, termasuk yang alami. Gunakan pemanis rendah kalori atau pemanis buatan yang aman untuk penderita diabetes bila diperlukan, dan tetap gunakan dalam batas wajar.
10. Alkohol dan Minuman Beralkohol
Alkohol dapat memberikan efek yang berbeda pada kadar gula darah. Pada beberapa orang, alkohol dapat menyebabkan hipoglikemia (gula darah terlalu rendah), sedangkan pada yang lain bisa menyebabkan hiperglikemia (gula darah terlalu tinggi), tergantung pada jenis minuman, jumlah konsumsi, serta kondisi tubuh.
Minuman beralkohol seperti bir, anggur, dan koktail biasanya mengandung gula tambahan atau karbohidrat tinggi. Selain itu, alkohol juga dapat mengganggu fungsi hati dalam mengatur gula darah dan meningkatkan risiko komplikasi pada penderita diabetes, terutama jika dikonsumsi berlebihan. Sebaiknya penderita diabetes menghindari konsumsi alkohol atau konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya.
Mengatur Pola Makan untuk Penderita Diabetes

Selain menghindari 10 makanan di atas, penderita diabetes juga perlu menerapkan pola makan sehat secara konsisten. Berikut beberapa tips yang bisa membantu:
Pilih makanan kaya serat seperti sayuran, buah segar, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Konsumsi protein tanpa lemak, misalnya ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, dan telur. Batasi asupan garam dan lemak jenuh untuk mencegah komplikasi pada jantung dan ginjal. Makan dengan porsi kecil namun sering, agar gula darah tetap stabil sepanjang hari. Perhatikan label nutrisi pada makanan kemasan dan hindari makanan dengan gula tambahan serta lemak trans. Lakukan olahraga teratur dan cukup istirahat untuk menjaga metabolisme tubuh tetap optimal.
Dengan menghindari makanan tertentu dan menerapkan pola makan sehat, penderita diabetes dapat menjaga kadar gula darah tetap terkontrol dan mencegah komplikasi jangka panjang. Selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan panduan diet yang paling sesuai dengan kondisi Anda.
FAQ
Apakah penderita diabetes boleh mengonsumsi buah-buahan?
Penderita diabetes tetap boleh mengonsumsi buah-buahan, asalkan dalam porsi wajar dan memilih buah segar utuh yang kaya serat. Hindari buah kering dan jus buah kemasan yang tinggi gula.
Bolehkah penderita diabetes sesekali makan makanan yang dilarang?
Sesekali mengonsumsi makanan yang sebaiknya dihindari masih diperbolehkan dalam jumlah sangat terbatas, namun harus tetap memperhatikan kontrol gula darah dan sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.
Apa alternatif pemanis yang aman untuk penderita diabetes?
Alternatif pemanis yang relatif lebih aman untuk penderita diabetes antara lain stevia, eritritol, atau pemanis rendah kalori lainnya yang sudah teruji aman. Namun, penggunaannya tetap harus dibatasi sesuai anjuran.
Mengapa penting membaca label nutrisi pada makanan kemasan?
Membaca label nutrisi penting untuk mengetahui kandungan gula, lemak, dan karbohidrat tersembunyi dalam makanan kemasan. Ini membantu penderita diabetes memilih makanan yang lebih aman untuk dikonsumsi dan menghindari risiko lonjakan gula darah.
Kesimpulan
Mengatur pola makan dengan menghindari makanan tertentu sangat penting bagi penderita diabetes untuk menjaga kestabilan gula darah dan mencegah komplikasi. Disiplin dalam memilih makanan, memperhatikan porsi, serta rutin berkonsultasi dengan tenaga medis akan sangat membantu dalam pengelolaan diabetes secara optimal.
Disclaimer Medis
Informasi yang disajikan di atas bertujuan sebagai edukasi umum dan bukan pengganti saran, diagnosis, atau pengobatan medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum membuat perubahan signifikan pada pola makan atau pengelolaan diabetes Anda.
Komentar
Belum ada komentar.
Tinggalkan Komentar